Ayo Buktikan Kemampuanmu!

  Di Kabupaten Malang tepatnya di Dusun Bekur terdapat pembakaran batu gamping (CaCO3) yang dilakukan untuk menghasilkan kapur tohor (CaO) sebagai bahan baku industri. Batu gamping di bakar dalam tungku bakar selama tiga hari dua malam. Bahan bakar yang digunakan untuk membakar batu bakar tersebut, yaitu sampah plastik. Sampah plastik berasal dari pabrik kertas PT Ekamas Fortuna yang telah dipilah dari limbah kardus yang kemudian dikeringkan terlebih dahulu sebelum menjadi bahan bakar batu gamping. Warga lebih memilih menggunakan bahan bakar sampah plastik dibandingkan menggunakan kayu atau batu bara karena memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan kayu bakar. Untuk 1 ton sampah plastik dikenakan biaya sebesar Rp 900.000, sedangkan untuk 1 ton kayu dikenakan biaya sebesar Rp 1.100.000 yang diperkirankan pembakaran batu gamping membutuhkan bahan bakar sebanyak 2-3 ton.

  Sampah plastik memiliki nyala api yang stabil dan tidak mudah padam. Pembakaran baru gamping dengan bahan bakar sampah plastik berada di suhu 450-800, sedangkan untuk bahan bakar kayu berada di suhu 650-690Pembakaran batu gamping atau CaO dengan massa molar 100,09 g/mol memlalui proses kalsinasi dengan persamaan reaksi sebagai berikut:

  Proses kalsinasi diaplikasikan untuk dekomposisi kalsium karbonat (batu gamping, CaCO3) menjadi kalsium oksida (kapur tohor, CaO) dan gas karbon dioksida (CO2). Produk dari kalsinasi biasanya disebut sebagai kalsin, yaitu mineral yang telah mengalami proses pemanasan. Baik bahan bakar sampah plastik maupun kayu menghasilkan gas karbon dioksida yang bersifat beracun bila terhirup oleh manusia dan dapat mengalir pada sistem peredaran darah. Panas yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik dapat mempercepat terbentuknya kapur tohor, akan tetapi dampak yang dihasilkan membahayakan kesehatan dan lingkungan jika dilakukan berkepanjangan.

  Aliran gas buang dengan kisaran tinggi 4-5 meter selama proses pembakaran akan keluar dari tungku pembakaran yang terbuka yang menyebabkan gas buang tersebut berubah menjadi polutan. Senyawa dioksin yang dihasilkan dari penggunaan sampah plastik sebagai bahan bakar dapat membahayakan kesehatan karena tidak dapat terserap oleh tubuh dan dapat memicu penyakit kanker dan gangguan fungsi paru akut bahkan kronis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan ikan di hilir Sungai Brantas terkontaminasi mikroplastik yang berukuran lebih kecil dari 4,8 millimeter. Bahan bakar kayu juga memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Pembakaran kayu akan melepaskan emisi gas karbon dioksida yang dapat menimbulkan efek rumah kaca di atmosfer dikarenakan gas tersebut tidak dapat terserap tumbuhan.

(mongabay.co.id, 2019; tugujatim.id, 2020; nihr.ub.ac.ic, 2023; news.unair.ac.id, 2020; perpustakaan.menlhk.go.id).

Diskusikan dengan anggota kelompok untuk melatih keterampilan argumentasi berikut!

 

Soal:

Apakah menurut Anda, pembakaran batu gamping menggunakan bahan bakar limbah plastik layak untuk terus dilakukan? Jelaskan jawaban Anda berdasarkan kerangka argumentasi Toulmin!

Pilihlah pernyataan dibawah ini untuk membantu anda dalam menyusun argumentasi!

a. Biaya sampah plastik Rp 900.000/ton lebih murah dibanding kayu Rp 1.100.000/ton, menghemat biaya produksi kapur tohor.

b. Pembakaran plastik menghasilkan dioksin berbahaya yang memicu kanker dan gangguan paru kronis pada pekerja.

c. Sampah plastik memiliki nyala api stabil dan tidak mudah padam, cocok untuk proses pembakaran industri.

d. Kontaminasi mikroplastik pada ekosistem perairan mencemari rantai makanan dan membahayakan manusia.

e. Gas buang dari tungku terbuka mencemari udara dalam radius 4-5 meter dan menyebabkan polusi atmosfer.

f. Rentang suhu pembakaran plastik (450-800°C) lebih panjang dibanding kayu (650-690°C), memudahkan pengaturan proses.

g. Penelitian menemukan ikan di Sungai Brantas terkontaminsai mikroplastik berukuran < 4,8 mm.

 

Petunjuk:
Pilihan jawaban yang tersedia dapat digunakan untuk menyusun argumen berdasarkan kerangka argumentasi Toulmin yang terdiri dari elemen-elemen berikut:

Klaim
Pernyataan jawaban Anda
Data
Bukti yang mendukung jawaban Anda
Penjelasan
Penjelasan terkait bukti yang dapat menguatkan jawaban Anda
Pendukung
Teori yang mendukung penjelasan Anda
Pembatas
Batasan terhadap jawaban Anda
Sanggahan
Pengecualian yang menyebabkan klaim tidak berlaku